Originally Puput~

Minggu, 09 September 2012

Berita Indonesia




kuteringat  berita yang telah menua
berita gemuruh akan bebasnya hampar negara
dari derita penjara tentara jepang belanda

Terlahirnya Pusaka Indonesia...

Menghangatkan dinginnya seluruh asa jiwa yang tlah tiada
Mereka yang dengan gigih pertahankan indonesia...

Indonesia...
Terbingkai berjuta duka dibalik dadamu..
Saat dulu..
Kau begitu menjaya..
Bersatu padu membela semua yang terpelihara
Mengabdikan jujur akan negara
Terpatri patriot indonesia nan gagah perkasa
meski gugur namun tentulah sejarah ada

Indonesia
Saat ini..
Tak ada lagi percaya penguasa
Tak ada lagi keadaan  menjaya
Saat terkuburnya jujur
yang membuat penguasa hadirkan dera derita
compang-campingkan hak rakyat
Tak kembali lagi perasa yang menguasa dengan jaya
Seperti kala indonesia sedia kala

Indonesia..
keabadian negeri yang sungguh terpuja
namun mengapa kini  nelangsa yang ada

Indonesia
Berbicaralah dengan adanya
bahwa tak seorangpun berhak pupuskan jayamu

Indonesia..
Jahitlah kembali derita haru
menjadi bahagia menggebu-gebu
Bepadu dalam bhineka yang satu

Kelak anak cucu kan mengaku
indonesia lah tempat sejahtera terkukuh

Indonesia
Pusaka jiwa, dalam kalbu dada
Tak terganti tetap terbela
sampai hayat menjelang tiada...

Indoneisa....






Awan dan kawan kawan



Awan...
sepenggal kapas putih di dirimu buat semua ingin sepertimu
awan...
Keputihan dirimu itu indah, tak semua ciptaanNya memiliki itu
Kau berada dilangit, menaungi bumi dan seluruh isinya..
Kau bendung semua uap air dan menjadikan nya tetesan tetesan berharga bagi kehidupan bumi
awan...
terkadang kau menyerupai benda bumi yang indah.. buat bumi berdecak kagum
Kau pun selalu berarak tak lelah menuruti cuaca bumi
Kau pula yang berada diantara adanya warna indah pelangi Tuhan..
Kau miliki kesucian yang tak semua makhluk memilikinya
Awan... 
Aku ingin bermiliki hati seputih engkau..
Akupun ingin bisa membendung tetesan air itu sepertimu, sebelum aku mampu mengeluarkan nya agar berharga dikehidupan ku.. agar tetesan itu tak sia-sia ku keluarkan
Awan... 
Aku ingin bisa sepeertimu.. mampu menaungi setiap ciptaanNya di bumi ini
Aku ingin bisa memberikan keteduhan pada setiap derita yang panas, meskipun tak seluruhnya...
Karena disampingmu memang terbentang sang surya yang menyilaukan mata kehidupan bumi
Awan... 
Aku melihat  matahari yang membentang diantaramu, ia adalah pusaka bumi yang paling berharga selain mu, ia pula yang memberi keterangan dan cahaya kehidupan dibumi.. namun terkadang ia terik dan memanaskan bumi lebih-lebih, Aku tak mau menjadi keterikkan nya..Sebab aku tak ingin membuat kehidupan bumi terasa panas karena diriku, namun aku pun ingin bisa memberi cahaya bagi kehidupan bumi seperti sang surya itu

Biarlah saat ini aku mencoba menjadi engkau yang teduh, yang masih mampu menutupi sedikit keterikan surya bumi.. 
Setidaknya aku ingin menaungi para hati yang sendu dibumi ini....
Memberikan jua penerangan ditengan kegelapan arah mereka, seperti yang dilakukan matahari

Aku ingin belajar menjadi apa yang ada dilangit dan dibumi... Semoga dengan ini aku bisa jua menunjukkan keterkagumanku pada Tuhan.. Karena Ia lah yang telah membuat mu, matahari. bumi langit serta diriku di dunia ini.... 

Awan... 
Matahari...
Bumi dan Langit... 

Terimakasih tlah menmbantuku memaknai ciptaanNya yang menjadi anugerah bagi kehidupanku....

{Ahad, 09 september 2012. 20.22 wib}