Originally Puput~

Rabu, 14 November 2012

Yang Ku Lihat Hari ini



Bola mataku masih terus ku putar ke setiap sudut. Mecoba mencari makhluk yang ingin ku lihat saat ini. Tak berapa lama ku dapati satu sosok yang tengah bercengkrama bersama air. Menyenangkan nampaknya. Tak jauh darinya ku dapati pula sosok lain yang ingin ku lihat hari ini, cukup sulit juga menebak sosoknya diantara gemericik air yang mampu membuat ia tenggelam atau bahkan mengalun dan melayang diatasnya.
Sebut saja mereka Sosok satu dan Sosok dua.

Ketika mata ini bersandar pada bayangan indah mereka, aku mendecak. Mengapa aku tak ada disana bersama mereka. Melakukan hal yang sama bersama air-air itu. Namun aku kembali bergumam pada kata-kataku. Sudahlah aku masih bisa bersama kedua sosok itu disini. Yah dibangku panjang yang mengarah pada kolam-kolam air itu. Kolam air yang di dalamnya terdapat dua sosok yang ingin ku lihat hari ini.

Tak lama aku menunggu, gumamku pun bernyata. Mereka kini ada bersamaku dalam jajaran bangku panjang tadi, jaraknya tak cukup berjarak. Bersama masih memandang menuju tatapan yang sama. Kolam air. 

Kolam air itu seolah menatapku tuk menjadi seperti ia. Tenang namun tak lepas dari gumam-an. Air yang menyautkan nada rintik itupun  seolah menyuruhku tuk memulai mencairkan suasana. Ku coba tuk menyapa satu demi satu kedua sosok itu. Mereka tersenyum dan.... nampaknya kolam air itupun begitu. Dan aku.. membalas senyuman mereka. 

Terus ku upayakan tuk tetap menatap kedua sosok itu hari ini. Entah mengapa rasanya aku tak mau lepaskan putaran bola mataku daripada mereka. Entah aku takut mereka cepat berlalu atau entah aku takut mereka tak kan kulihat kembali. Oh Allah.. ku mohon jangan lepaskan mereka dari tatapanku secepat itu!

Kembalilah aku pada peraduan singgah yang membawaku dan kedua sosok itu pulang ke rumah, dan ku tinggalkan kolam air bersama rintikkannya yang ku akhiri dengan balasan senyum.

Dikendaraan singgah yang membawaku pulang itu, nampaknya entah aku tersadar atau tersadar namun tak sadar. Handphone ku tak berada di genggamku. Ku lirik dalam searah. Ada di genggaman satu sosok itu rupanya. Ku coba tuk lepaskannya namun ia enggan, hingga ku pikir tak apalah ia tak mungkin lihat kata-tulisanku disana, untuk apa pula, tak ada gunanya bagi sosok itu... Ku pikir.

Hingga ku dapati mereka tersenyum, senyum yang membuatku bimbang, ragu dan heran. Ooh... jangan sampai yang ku pikir tadi menjadi pemikiran diluar dugaanku. Apa jadinya aku bila ia tau kata-tulisanku yang ada pada benda digenggamannya itu?

 Aku meringgis memintanya tuk tahu ketahui apapun dari kata-tulisanku itu. NAmun tak berujung... ia telah jauh membacanya. dan aku sesak tak tahu apa jadinya yang ia pahami. Aku sesalkan mengapa ia begitunya ingin tahu dan berani tahu tentang kata-tulisanku. Tahukan? diistu ada tentanggnya yang ku sembunyikan disitu. berharap ia tak akan pernah tahu. Tapi kini takdir tlah menyapa ia tuk berkenalan dengan kata-tulisanku. Aku gamang... terus ku memutar otak agar ia tak ingat dan tak pahami apa yang ada pada kata-tulisanku... namun titu tak mudah. Ia terlanjur pahami itu. Ku yakin!

Bergelimang aku dalam pasrah.. Tak kuasa aku melihat uraian dari bibirnya. Ku tak mau dengar ada perubahan. Aku tak ingin ia berpikir macam-macam tentang apa yang ia pahami. Karena tak begitu pemahamannya. 

Sosok lain memcoba menengahi, aku mengelak tak ingin iapun tahu. 

Hingga sampai pada tepian, sosok lain tak henti membuatku mengguman indah dalam sendu... tetiba sosk lain hingganya masih buatku mendecak sendu dalam indah dihari, dimana aku begitu ingin melihat mereka disetiap uraian detiknya... Tak ku sangka kedua sosok itu terlalu memahami kegamanganku. Huuuhhh