aku teringat ketika pertama kali aku mendengar ada sebuah lomba bertema bulan bahasa disekolahku. Menarik sepertinya bila aku ikut lomba itu.
INI lah yang menjadi awal dimana aku mulai menyukai salah satu sastra yang dulu teramat tak aku sukai. Puisi. Yah entah mengapa ketika ada perlombaan di sekolahku yang bertemakan bulan bahasa itu, aku tiba-tiba sangat ingin mengikutinya, dan entah mengapa juga aku memilih kategori lomba Puisi. Aneh bagiku saat itu.
setelah aku mendaftarkan diri akhirnya aku dituntut untuk berlatih membuat puisi-puisi yang nantinya dapatku jadikan acuan pada perlombaan itu. Namun aku tak sedikitpun berlatih untuk perlombaan itu. aku merasa bahwa membuat puisi sudah tak asing bagiku. Itu adalah pernyataan yang bisa dibilang fitnah. kapan aku menulis puisi? membaca kata kata konotasinya pun aku malas dan enggan, apalagi membuatnya?!
Jujur sampai saat ini aku masih heran dengan keinginan yang muncul dengan teramat tiba-tiba itu. Mengapa aku bisa menyukai puisi? padahal dulu aku pernah berpikir puisi adalah karya sastra yang sulit di mengerti oleh orang-orang. kata-kata puisi itu norak dan tidak merakyat pada kalangan remaja smp sepertiku. Tapi sungguh, bagiku saat ini, pernyataan itu teramat sangat ngawur dan tak benar! aku menyalahkan pernyataan ku tadi ketika lomba itu di mulai........
Sebelum lomba bulan bahasa di mulai, seluruh peserta dikumpulkan terlebih dahulu di ruang Aula untuk penguman tema, syarat ketentuan lomba dll.Namun sebelum pergi ke ruang aula, aku meminta do'a dan semangat dari kawan-kawan di kelasku, mereka teramat mendukungku meskipun perwakilan peserta lomba dari kelasku tak hanya aku saja.
Dengan langkah pasti namun ragu aku pergi menuju aula bersama peserta lomba dari kelas lain, aku sedikit berbincang dengan mereka dan wow persiapan mereka sangat matang. Sedang aku? sama sekali tak ada persiapan.Saking tak ada persiapannya aku sampai tak membawa alat tulis satupun. Bayangkan!
sebenarnya kategori yang dilombakan tak hanya puisi tetapi ada juga seni lukis. seni kriya. pembacaan puisi, dongeng, cipta cerpen, story telling, dan rampak sekar.
aku cukup terkejut sekaligus bingung ketika juri mengumumkan tema untuk lomba cipta puisi. Temanya adalah karakter bangsa yang meliputi budaya Indonesia. aku hanya bisa menghela nafas sepanjang panjangnya. Apa maksud tema itu, aku tak mengerti?!
Saat tiba di ruangan lomba, aku pun duduk bersama salah satu teman kelas sebelahku. Ia begitu lihai memainkan tinta pena itu untuk menuliskan bait demi bait puisi yang ia buat. Begitu serius dan fokus. aku melihat ke sekilingku, semuanya sedang menggoreskan tinta pena itu pada kertas tanpa ragu. Mengagumkan. aku? hanya bisa berpikir tanpa hasil, hingga akhirnya aku yakin kan diri tuk mulai menulis kata demi kata hingga bait demi bait dengan terus berdo'a dalam hati tuk harapkan ilham ilham yang kan singgah pada otakku. Terlihat mulai banyak peserta yang sudah tuntas mengerjakan karya nya alias mengumpulkan hasil karyanya kepada juri.
cepet banget, pasti pada berbakat deh. mereka pasti juaranya. hanya itu yang terus terbesit dalam benakku.
tapi secepatnya aku mulai mengoptimiskan diri lagi, mulai berusaha semampuku dan terus yakin Allah pasti menuntunku... okeh sekali lagi aku terus meyakinkan diri untuk mengumpulkan hasil karyaku yang entah bagaimana jadinya. ya setidaknya aku tlah mencoba dan berusaha~
Cukup lega telah bisa mnyelesaikan perlombaan itu meskipun aku tak yakin dengan hasilnya tapi ada rasa kepuasaan tersendiri bagiku karena ini kali pertamanya aku mengikuti lomba saat berada di smp.huhuh lumayan ini pengalaman baruku kawan!
Kupikir hasilnya akan diumumkan pada hari itu juga tapi ternyata hasilnya akan diumumkan saat upacara bendera senin nanti. Huh kalau begitu pemenangnya pasti akan diketahui oleh satu sekolah. ckck memgagumkan.
akhirnya hari yang ditunggu-tunggupun tiba. Alhamdulillah masih panjang umur. cukup lelah sebenarnya dengan rasa penasaran yang terus menyergap.
okeh inilah detik detik menegangkan bagiku. sangat tegang tentunya. Percayalah,ini kali pertamaku menanti nanti sebuah pengumuman saat upacara hari senin. sangat ku nantikan!
"Baiklah anak-anak bapak akan mengumumkan juara 1 sampai 3 dari kategori cipta puisi" Tegas Pak heryadi sang pembaca pengumuman
Jantungku terus berdebar menanti kalimat kalimat yang akan diucapkan guru berkacama itu.
"Juara ke3 diraih oleh..... dari kelas.....silahkan ke depan, beri tepuk tangan anak anak!"
~Dagdigdug tingkat Nasional~
"juara 2 diraih oleh.... dari kelas.... beri tepuk tangan lagi!"
~Dagdigdug tingkat Internasional~
"dan inilah Juara 1 lomba cipta puisi diraih oleh Puput Aprilia Hermawati dari kelas 8f "
~DEG! Asli kaya mimpi, seketika aku langsung mengucap syukur pada Allah sambil jongkok saking lemes kaena ga percaya nya.
Alhamdulillah.... ini adah sebuah pencapaian terkesan bagiku. Dan memang terbukti keyakinan dan keopstimisan yang muncul dari hati tulus dan ikhlas, insya Allah selalu mendapat tuntunan dari Allah untuk sebuah pencapain yang teramat diharapkan.
INI lah awal yang meyaknkanku untuk mulai berkarya, menciptakan tulisan yang tak sekdar tulisan saja tetapi tulisan yang bermakna dan bermanfaat bagi yang membacanya.
Ingatlah kawan Allah tak melihat dari Hasil yang kita peroleh, tetapi Allah melihat dan memahami dari Proses usaha Terbaik yang kita Lakukan. HArus ikhlas. optimis, serta tulus dan yakin Allah pasti menuntun kita pada kemudahan... :)