Originally Puput~

Minggu, 30 Desember 2012

Kiasan

Melagukan dekap-dekapnya dikala sunyi
dibatas air mimpi dan api kenyataan
menepis jentikkan jemari hatinya

Ada dugaan sebentuk serpihan
memang menyerpih

berbias meliput haruan 
seberkas noda menyapa

ohh... dekap menjebak
Haruskah ku sadari?

lirih menggeming dibalutan sepi
Sendiri menahan gelombang duka
sdar tadi ku menyemai kepingannya
ku pikir tak akan kering
tak akan luka!


aku tak menyadari bahwa ini adalah hal yang tak seharusnya ku ikuti. entah kapan hatiku bicara, sampai aku tak mendengarnya. Tak sadari bahwa ini hanya kiasan keadaan yang seharusnya tak menjadi perasaan!

Sabtu, 22 Desember 2012

Jujur Ku Uraikan Kepadamu

Jauh sebelum aku tahu kepahitan ini..
Bermulai ketika aku telah terlampau nyaman bersamamu, telah rasakan hangatnya kata dekat denganmu..
Aku.. aku tlah menganggapmu itu... Sahabat! Jikapun memang sempat lebih-

Aku percaya, kau tlah banyak tahu tentang diriku. Tentangku yang tak semua orang tahu, bahkan orang yang tlah lebih dulu mengenal dan dekat dengan ku pun tak tahu.

Itulah sebabnya mengapa aku begitu nyaman denganmu, begitu tak mau kau pergi seperti saat ini!

Jujur aku uraikan kepadamu..
kepergiaanmu sempat membuatku hilang asa
Kau pergi begitu saja, tanpa melihatku kembali
tanpa tahu betapa ingin aku dapatkan penjelasan dan makna dari semua ini

Kau yang dulu menapaki setiapharinya dengan ku, kini berjalan jauh dan acuh melangkahi ruang ku
Kau mengapa?
Adakah aku tlah buat api padamu?
Mungkin!
Namun mengapa tak sedikitpun kau mau membalas uraian ini dengan jujur?

kau bawa kemana semua yang  terjadi dihari kemarin? Terbuangkah?

Jujur Ku uraikan kepadamu...
Aku sakit dan rapuh. Jelas tak menyangka ketika kau uraikan satu kepastian mutlak yang ku dapat setelah berteguiran denmgan banyak waktu. Bahwa kau pergi! Pergi sejauh yang tak ku kira. Hatimu yang pergi memang. Ragamu masih bisa ada dihadapku, namun apa artinya bila tak dengan senyum hatimu? Tak ada.


Kuharap kau sadar dan tahu. Kembali
05-11-12

Biarlah.. Biar!

Kehampaan Hati ini hanya Engkau yang Tahu!
Hal-hal yang terlalu banyak aku pendam!
Miris memang, memendam Rindu terlalu dalam pada Ia yang sama sekali tak mau tahu..

Terlalu banyak moment dimana aku merasakan kesakitan dan pertihnya batin karenya
Aku coba tuk menikmati semua itu!
Semampuku menahan tetesan kelu dan pilu
Hingga menetes dipelupuk mata

Betapa ingin aku bisa!
Bisa sedikit saja membuat ia mengerti dan sekedar mendengar suara batin ini... yang teriaknya tertutupi pendam

Semampuku...
Aku simpan semuanya sendiri!
Tak sanggup awalnya
Namun biarlah.. biar...
Biar Hanya Engkau dan aku saja yang tahu ini Ya Rabb...

Rindu sesak tangis miris dan semuanya ini adalah ciptaan rasa dariMu.. Kuatkan Aku ya Rabb

Terangnya

Kamu tahu, mengapa dihatiku masih ada cahaya yang sejak lama ku jaga terangnya?
Sebab aku tak mau ada Gelap.
Gelap yang membuat aku tak bisa menatapmu lagi
Gelap yang buatku tak bisa tahu keberadaanmu.
Gelap yang meniadakanmu dihadapanku
Gelap yang menjadikanmu kelam
Aku tak mau!

Walaupun ada masanya suatu saat terangnya meredup, setidaknya aku masih bisa merasakan keterjagaan yang ku lakukan ini agar cahayanya tak sampai mati dan....Gelap!

Matahari mungkin memang hanya ada satu didunia, Satu.
Namun nyatanya masih ada bulan yang terang pula. Saat ini aku tersilaui oleh dua cahaya yang keduanya mampu buat terang hatiku yang lama redup.

Sebenarnya, matahari tlah lebih lama menerangi hati ini, jauh sebelum bulan itu datang membawa sinar kemilaunya.

Entah siapa yang paling menerangi saat ini. Namun yang jelas aku tak sanggup melepaskan salahsatunya. Terlalu sulit.



untuk engkau dan dikau

Hari Ibu.. Harusnya-

Aku kagum pada mereka yang memaknai hari ibu ini dengan begitu indah, dengan banyaknya kebaikan yang mereka lakukan kepada ibunya.
Aku iri pada mereka yang mampu ucapkan Siulan kasih serta Sayang pada ibunya dengan begitu tulus dan jujur
Aku malu pada anak-anak yang umurnya dibawahku namun begitu mengerti caranya membuat ibu tersenyum. Terlebih dihari Ibu ini
Aku Salut Pada mereka yang berjuang melakukan apa yang ibunya inginkan sampai berkorban apapun.
Aku Ingin sangat Ingin, bisa melakukan itu semua kepada ibuku juga. Namun pantaskah aku yang masih selalu bersandiwara dihadapan ibu, melakukan hal-hal tadi?

Aku sering kali tak peka bahkan tak hargai semua hal yang telah ibu lakukan untukku, sebab iu menyatakannya dengan terselubung, pikirku selalu begitu! Padahal apapun pernyataannya harusnya aku selalu peka dan mampu pahami apa yang ibu inginkan. Harusnya.

Ibu... memang tak sempurna perangainya, namun ia Mampu dan Selalu mampu berbuat yang terbaik untukku. Kecil ataupun besar pemberiannya padaku, harusnya ku syukuri, harusnya ku terima, harusnya ku balas senyuman terindah. Harusnya!

Ibu... Kasihnya Selalu mendahuluiku, bahkan saat aku belum terlahir ke dunia. Meski amarahnya memang mengesalkan, meski kata-katanya terkadang menjatuhkan, meski terkadang diamnya meragukan ataupun hal lain yang tak ku sukai dari ibu, sesungguhnya semua itu hanya seberkas debu kecil yang tak ada bandingnya bila aku tahu dan tak terlambat sadari semua bela-juangnya untukku hidupku.


Ibu... Ku katakan dengan tulus dan jujur padamu, meski masih belum bisa kusampaikan dengan nyata.

ibu.... kau do'aku
Sisipan pintaku pada Tuhan Adalah engkau
Kesehatan untukmu
kebahagiaan untukmu
kesabaran bagimu menghadapi aku
kesungguhan cintamu menyayangiku
Kebesaran hatimu mendidkku
dan kesetianmu berjuang bersama ayah untukku
Ibu... Sesederhana aku mengucapkannya dalam mulut ini
Memaknai kesederhanaanmu menapaki hidup 
membahagiakanku dengan cinta tanpa pamrih
Ibu....
Meski terkadang aku tak mengerti apa maumu
namun sungguh dalam hati aku ingin memenuhinya
Meski kadang aku kesal karena kau melarang apa yang menjadi inginku
Meski kadang kau suguhkan sikap acuh ketika aku telah buat salah padamu
Aku tetap menyayangimu ibu. 




Senin, 17 Desember 2012

'Masa Lalu itu'

Iring-iringan masa lalu dan kenangan masih menjalar dihimpunan langkahku. Masa lalu dan kenangan. Yah keduanya memang sudah mutlak menjadi satu paket yang mengintai hidup beserta hari-hariku.
Terkadang aku malas mendengar pernyataan bahwa " Kita Tak Boleh Hidup di Masa Lalu". Mengapa tak boleh sih?
Selama masa lalu itu membawa senyuman bagi kita mengapa tak boleh 'sejenak' saja kita hidup di hembusannya? Bukankah masa lalu itu juga pernah membuat kita tertawa? Lalu mengapa kita harus membencinya? aku tak pernah mengecam buruk setiap masa laluku, toh itu adalah bagian dari perjalanan hidupku, bagian dari apa yang ku lakukan, bagian dari apa yang ku rasakan, bagian dari apa yang ku nikmati, bagian dari setiap helaan nafasku -yang sesak ataupun lapang.

Masa Lalu selalu mengajakku untuk membayangkan merenung bahkan berpikir. Jika tak kita benci masa lalu itu, maka hati tak akan resah bila terpaut tuk mengingatnya lagi. Terasa Ringan!

Aku tentu pernah alami masa lalu yang suram dan pahit. Sakit memang, miris pula. Namun harusnya itu ku syukuri sebab hatiku masih bisa merasai rasa sakit rapuh dan kecewa disaat masa lalu itu berputar tepat saat itu. Memang tak kupungkiri juga, malas rasa nya mencoba mengenang apalagi memikirkan hal-hal kelam dikehidupan kita, apalagi masa lalu, bukan? Tetapi aku tak mencoba melupakannya dalam-dalam, sebab baikburuknya tentu bisa menjadi hikmah dan guru terbaik bagi masa depanku. Sebenarnya masa lalu itu bermanfaat untukku kelangsungan masa depan kita. Sadarkah?


Masa Lalu itu diciptakan agar kita mau belajar, mau mengerti dn mau memahami segala hal yang pernah dan telah terjadi dihidup ini. Baik Buruk Susah Senang Sedih Sakit Tawa Luka Canda Kecewa amarah, Apapun itu. Allah pasti tlah merencanakan yang terbaik dibalik semuanya. Tak ada yang Sia-sia. Aku yakin dan... semoga terus dan tetap yakin seperti ini. 




Atas keyakinan, masih tertegun pada masa lalu

Cemburu-

Cemburu ini Luka. Luka ini nyata adanya!
Ia menguak dikedalaman hati, merambat hingga ujung asaku
Wajahhku seolah ia buat nyata akan segala keberadaannya
Aku tahan... Tak mampu! Sebab Ia terlalu jelas menampakkannya dihadapanku
Semua hal itu... Nyatanya buatku merasai adanya cemburu ini! 

Pernah kah kau merasai satu rasa yang menerjang hatimu dengan kuat, membuatmu kecewa dan marah? Ku yakin Kau pernah rasai itu!
Cemburu tak akan pernah ada bila kau tak menyukai atau menyayangi suatu hal.Cemburu Tak hanya dalam hal Cinta-Kasih, bukan? Memaknai cemburu memang terkadang rumit. Merasainya memang membuat hati sakit. Namun tak bisa dipungkiri. Cemburu itu adalah makna dari luapan sayang dan rasa menyayangi. Kau pernah rasai bukan? Saat dimana cemburu itu begitu menerkam hati,begitu membakar kalbu begitu miris terasa, begitu dan begitu sakit adanya! hanya satu alasan nya. Sebab kau tak ingin dia berpaling pada sosok lain. Saat kau hanya ingin dia untukmu. Saat kau tak rela dia berikan hal terindah itu pada yang lain, bukan dirimu!? Miris-

Cemburu itu hadir-mungkin disaat seseorang yang kita sayangi bersama dengan yang lain
Cemburu itu hadir-mungkin disaat ia lebih memeperhatikan yang lain
Cemburu itu hadir-mungkin dikala senyuman termanisnya tak teruntuk diri ini, namun teruntuk yang lain
Cemburu ini hadir-mungkin ketika tatapan terhangatnya tak melihat kita yang jelas dihadapannya, melainkan mnerawang pada sosok lain yang entah dimana... 

Saat cemburu itu datang dan hadir dilubuk hati mu, benar adanya kan bahwa kau ingin dia tahu.. ingin dia merasai bahwa kau cemburu!

Tahukah kau Aku cemburu!
Aku cemburu saat dia mendekatimu
Saat dia memandangmu lekat
Saat kau dan ia hadir dicabang canda yang indah dengan gelak tawa yang mengapa tak untukku saja?
Terlebih saat.... Aaaargh disaat yang paling membuat Aku cemburu!
Ingin aku berteriak pada alunan angin, Namun... ia berlalu
Ingin ku nyatakan rasa sakit ini pada awan hitam namun ia terlanjur menangis
Harus kah ku menyatakannya padamu? 
Ah.. aku tak sanggup!
Hanya kepalan demi kepalan yang ku lakukan saat itu.. menahan lara yang bergejolak ria, tanpamu tahu!



Kutulis ini sekedar untuk berbagi, mungkin mewakili perasaanmu juga. Namun tak lebih. Yang kutulis tak selalu diriku, bisa kau, bisa mereka atau bahkan dirinya :)



Padalarang, bersama kenangan

Rabu, 14 November 2012

Yang Ku Lihat Hari ini



Bola mataku masih terus ku putar ke setiap sudut. Mecoba mencari makhluk yang ingin ku lihat saat ini. Tak berapa lama ku dapati satu sosok yang tengah bercengkrama bersama air. Menyenangkan nampaknya. Tak jauh darinya ku dapati pula sosok lain yang ingin ku lihat hari ini, cukup sulit juga menebak sosoknya diantara gemericik air yang mampu membuat ia tenggelam atau bahkan mengalun dan melayang diatasnya.
Sebut saja mereka Sosok satu dan Sosok dua.

Ketika mata ini bersandar pada bayangan indah mereka, aku mendecak. Mengapa aku tak ada disana bersama mereka. Melakukan hal yang sama bersama air-air itu. Namun aku kembali bergumam pada kata-kataku. Sudahlah aku masih bisa bersama kedua sosok itu disini. Yah dibangku panjang yang mengarah pada kolam-kolam air itu. Kolam air yang di dalamnya terdapat dua sosok yang ingin ku lihat hari ini.

Tak lama aku menunggu, gumamku pun bernyata. Mereka kini ada bersamaku dalam jajaran bangku panjang tadi, jaraknya tak cukup berjarak. Bersama masih memandang menuju tatapan yang sama. Kolam air. 

Kolam air itu seolah menatapku tuk menjadi seperti ia. Tenang namun tak lepas dari gumam-an. Air yang menyautkan nada rintik itupun  seolah menyuruhku tuk memulai mencairkan suasana. Ku coba tuk menyapa satu demi satu kedua sosok itu. Mereka tersenyum dan.... nampaknya kolam air itupun begitu. Dan aku.. membalas senyuman mereka. 

Terus ku upayakan tuk tetap menatap kedua sosok itu hari ini. Entah mengapa rasanya aku tak mau lepaskan putaran bola mataku daripada mereka. Entah aku takut mereka cepat berlalu atau entah aku takut mereka tak kan kulihat kembali. Oh Allah.. ku mohon jangan lepaskan mereka dari tatapanku secepat itu!

Kembalilah aku pada peraduan singgah yang membawaku dan kedua sosok itu pulang ke rumah, dan ku tinggalkan kolam air bersama rintikkannya yang ku akhiri dengan balasan senyum.

Dikendaraan singgah yang membawaku pulang itu, nampaknya entah aku tersadar atau tersadar namun tak sadar. Handphone ku tak berada di genggamku. Ku lirik dalam searah. Ada di genggaman satu sosok itu rupanya. Ku coba tuk lepaskannya namun ia enggan, hingga ku pikir tak apalah ia tak mungkin lihat kata-tulisanku disana, untuk apa pula, tak ada gunanya bagi sosok itu... Ku pikir.

Hingga ku dapati mereka tersenyum, senyum yang membuatku bimbang, ragu dan heran. Ooh... jangan sampai yang ku pikir tadi menjadi pemikiran diluar dugaanku. Apa jadinya aku bila ia tau kata-tulisanku yang ada pada benda digenggamannya itu?

 Aku meringgis memintanya tuk tahu ketahui apapun dari kata-tulisanku itu. NAmun tak berujung... ia telah jauh membacanya. dan aku sesak tak tahu apa jadinya yang ia pahami. Aku sesalkan mengapa ia begitunya ingin tahu dan berani tahu tentang kata-tulisanku. Tahukan? diistu ada tentanggnya yang ku sembunyikan disitu. berharap ia tak akan pernah tahu. Tapi kini takdir tlah menyapa ia tuk berkenalan dengan kata-tulisanku. Aku gamang... terus ku memutar otak agar ia tak ingat dan tak pahami apa yang ada pada kata-tulisanku... namun titu tak mudah. Ia terlanjur pahami itu. Ku yakin!

Bergelimang aku dalam pasrah.. Tak kuasa aku melihat uraian dari bibirnya. Ku tak mau dengar ada perubahan. Aku tak ingin ia berpikir macam-macam tentang apa yang ia pahami. Karena tak begitu pemahamannya. 

Sosok lain memcoba menengahi, aku mengelak tak ingin iapun tahu. 

Hingga sampai pada tepian, sosok lain tak henti membuatku mengguman indah dalam sendu... tetiba sosk lain hingganya masih buatku mendecak sendu dalam indah dihari, dimana aku begitu ingin melihat mereka disetiap uraian detiknya... Tak ku sangka kedua sosok itu terlalu memahami kegamanganku. Huuuhhh 

Jumat, 09 November 2012

Cahaya Hati

 CAHAYA HATI - OPICK

 
Allah engkau dekat

Penuh kasih sayang

Takkan pernah engkau
Biarkan hamba Mu menangis

Karna kemurahan Mu

Karna kasih sayang Mu

Hanya bila diri Mu
Ingin nyatakan cinta
Pada jiwa jiwa yang rela
Dia kekasih Mu

Kau yang selalu terjaga
Yang memberi segala

Allah Rohman Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi
Allah Rohman Allah Rohim
Allahu Ya Ghofar Ya Nurul Qolbi

Di setiap nafas di segala waktu
Semua bersujud memuji memuja asthma Mu

Kau yang selalu terjaga
Yang memberi segala

Setiap makhluk bergantung padaMu
Dan bersujud semesta untuk Mu
Setiap wajah mendamba cinta Mu cahaya Mu 
 
 
 
 
Lirik yang membuatku terbuai Akan keMaha Baikkan Allah...
Ia dekat selalu dekat, Tak akan pernah Pergi tinggalkan kita. Percayalah :)

Sore Kemarin kawan...

 

Ketika yang dulu tak bisa terlagu lagi..
apakah akupun harus berhenti mengalun?

Kemarin lalu kita masih melagu dalam pertemuan. Masih bercengkrama dengan mudah, tak lelah merangkulkan bahagia pada keadaan.

kawan... ketika aku tak bisa lagi rasai itu semua bersama kalian, hanya satu yang ku titipkan. Jangan kau lupakan yang dulu... tawa itu...
Tawa sendu diribu waktu itu...
Yang tak kusangka akan berlalu...

Sulit rasanya menerima perubahan orang terdekat kita. Namun aku egois bila katakan itu Sulit.
Semua orang berhak untuk berubah! Menang benar, dan disini... aku.. Aku harus mampu menerima semua itu. Menerima dalam Sepihak dengan ketakberpihakkan!
Yah aku tak mampu paksakan angin tuk tak berlalu, sebab ia mungkin miliki alur baru ditiap hembusnya. Hembusan yang begitu cepat, bahkan tak sempat ku tersenyum pada keabaiannya.

Entah apa yang membuat semuanya berlalu seperti abu... Adakah api itu aku?
Ingin aku menahan semuanya tuk tak berdebu, aku ingin bersihkan kembali tutupan debu itu. Izinkanlah meski hanya dengan sapuan sendu. 

Aku Rindu semua kesan disore kemarin...
Disenja yang tak luput dari bahagia

Ketahuilah kawan, aku tak mau diam dalam keberlauan ini. Aku ingin yang dulu melagu, terus mengalun bersama dalam setiap waktu!

Ku mohon pahamilah...
Datanglah seperti senja kemarin
Yang berada antara pagi siang dan malamku... bersama dalam peraduaan

Mungkin terlalu banyak yang ku mulukkan..
Namun sungguh, aku hanya tak ingin kalian lupakan...

Saat ini aku meragukan pada sosok yang datang. Seolah mengambil alur ini. Menyelingap dalam kediamanku. Tak kukira sedekat dan secepat ini! Hingga aku yang terabai dikeadaan..

Akan kah kau lebih memilih badai yang buatku semakin terhempas ?
atau mengembalikan abaian ini menjadi keberhargaan?

Aku titipkan Rindu ku pada tetesan air yang menjemari di sore ini..
Teruntuk kawan yang ku rindukan keadaannya~


Kamis, 08 November 2012

Keberadaan berarti

Mungkin inilah caramu memaknai dan menyikapi apa yang  ada pada perbedaan.
Menghargai sesosok lembut yang menyerupai ibumu.. wanita.
Aku pahami itu.. ternampak merdu yang kurasai hingga kini. Tak menyinggung namun menyanjung arti

aku mulai merasai jelasnya...

Saat engkau lebih memilih tak tunjukkan hal sama pada yang menjadi sosokmu.
saat kau lebih memilih tuk berlembut hati padanya,

Tak buat ia merasa tersanggal akan keadaan dalam peraduan
Menyegani itu mungkin sedikit kurasai...
namun sungguh caramu itu membuat semuanya tertutupi dengan manis, namun aku memekainya.
Aku memekai pada apa yang termaknai, sebab itu yang menjadi urutan arti antara peradaan diri dan keadaan. engkau begitu memahaminya

memahami apa yang harus berjarak dan bersama.
Terimakasih tlah membuat keberadaan dikeadaan menjadi lebih berarti..

ku harap makna halusnya tulus mengelus~

Berbeda dengan Hari kemarin Rupanya

 
Berbeda dengan hari kemarin rupanya...
untain selubung indah itu tak kubaca lagi hari ini
kemana?
ketikan halus kemarin itu... ingatkah?
terselingkap rindu dimalamnya
Pun tertibun duka bagi aku yang menunggu
ada yang hadir rupanya...
membuatku ku lega
ku harap yang kemarin tak hilang
berupah upayanya untuk terangi malam aku yang menunggu
tetap tak hilang tak terselingkap apapun

Rabu, 07 November 2012

GARAM DAN TELAGA

# GARAM DAN TELAGA #

Suatu ketika, hiduplah seorang tua yang bijak. Pada suatu pagi, datanglah seorang anak muda yang sedang dirundung banyak masalah. Langkahnya gontai dan air muka yang ruwet. Tamu itu, memang tampak seperti orang yang ta

k bahagia.

Tanpa membuang waktu, orang itu menceritakan semua masalahnya. Pak Tua yang bijak, hanya mendengarkannya dengan seksama. Ia lalu mengambil segenggam
garam, dan meminta tamunya untuk mengambil segelas air. Ditaburkannya garam itu kedalam gelas, lalu diaduknya perlahan. “Coba, minum ini, dan katakan bagaimana rasanya..”, ujar Pak tua itu.

“Pahit. Pahit sekali”, jawab sang tamu, sambil meludah kesamping.

Pak Tua itu, sedikit tersenyum. Ia, lalu mengajak tamunya ini, untuk berjalan ke tepi telaga di dalam hutan dekat tempat tinggalnya. Kedua orang itu berjalan berdampingan, dan akhirnya sampailah mereka ke tepi telaga yang tenang itu.

Pak Tua itu, lalu kembali menaburkan segenggam garam, ke dalam telaga itu. Dengan sepotong kayu, dibuatnya gelombang mengaduk-aduk dan tercipta riak air, mengusik ketenangan telaga itu. “Coba, ambil air dari telaga ini, dan minumlah. Saat tamu itu selesai mereguk air itu, Pak Tua berkata lagi, “Bagaimana rasanya?”.

“Segar.”, sahut tamunya.
“Apakah kamu merasakan garam di dalam air itu?”, tanya Pak Tua lagi.
“Tidak”, jawab si anak muda.

Dengan bijak, Pak Tua itu menepuk-nepuk punggung si anak muda. Ia lalu mengajaknya duduk berhadapan, bersimpuh di samping telaga itu. “Anak muda, dengarlah. Pahitnya kehidupan, adalah layaknya segenggam garam, tak lebih dan tak kurang. Jumlah dan rasa pahit itu adalah sama, dan memang akan tetap sama.

“Tapi, kepahitan yang kita rasakan, akan sangat tergantung dari wadah yang kita miliki. Kepahitan itu, akan didasarkan dari perasaan tempat kita meletakkan segalanya. Itu semua akan tergantung pada hati kita. Jadi, saat kamu merasakan kepahitan dan kegagalan dalam hidup, hanya ada satu hal yang bisa kamu lakukan. Lapangkanlah dadamu menerima semuanya. Luaskanlah hatimu untuk menampung setiap kepahitan itu.”

Pak Tua itu lalu kembali memberikan nasehat. “Hatimu, adalah wadah itu. Perasaanmu adalah tempat itu. Kalbumu, adalah tempat kamu menampung segalanya. Jadi, jangan jadikan hatimu itu seperti gelas, buatlah laksana telaga yang mampu meredam setiap kepahitan itu dan merubahnya menjadi kesegaran dan kebahagiaan.”
Keduanya lalu beranjak pulang. Mereka sama-sama belajar hari itu. Dan Pak Tua, si orang bijak itu, kembali menyimpan “segenggam garam”, untuk anak muda yang lain, yang sering datang padanya membawa keresahan jiwa.

باركــ اللّــــہ فـــــــيك

Jumat, 02 November 2012

Penyakit Perempuan Yang Tidak Berjilbab

 


Rasulullah bersabda, "Para wanita yang berpakaian tetapi (pada hakikatnya) telanjang, lenggak-lengkok, kepala mereka seperti punuk unta, mereka tidak akan masuk surga dan tiada mencium semerbak harumnya (HR. Abu Daud)

Rasulullah bersabda, "Tidak diterima sholat wanita dewasa kecuali yang memakai khimar (jilbab) (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi, bn Majah)

Penelitian ilmiah kontemporer telah menemukan bahwasannya perempuan yang tidak berjilbab atau berpakaian tetapi ketat, atau transparan maka ia akan mengalami berbagai penyakit kanker ganas di sekujur anggota tubuhnya yang terbuka, apa lagi gadis ataupun putri-putri yang mengenakan pakaian ketat-ketat. Majalah kedokteran Inggris melansir hasil penelitian ilmiah ini dengan mengutip beberapa fakta, diantaranya bahwasanya kanker ganas milanoma pada usia dini, dan semakin bertambah dan menyebar sampai di kaki. Dan sebab utama penyakit kanker ganas ini adalah pakaian ketat yang dikenakan oleh putri-putri di terik matahari, dalam waktu yang panjang setelah bertahun-tahun. dan kaos kaki nilon yang mereka kenakan tidak sedikitpun bermanfaat didalam menjaga kaki mereka dari kanker ganas. Dan sungguh Majalah kedokteran Inggris tersebut telah pun telah melakukan polling tentang penyakit milanoma ini, dan seolah keadaan mereka mirip dengan keadaan orang-orang pendurhaka (orang-orang kafir Arab) yang di da'wahi oleh Rasulullah. Tentang hal ini Allah berfirman:
Dan ingatlah ketika mereka katakan: Ya Allah andai hal ini (Al-Qur'an) adalah benar dari sisimu maka hujanilah kami dengan batu dari langit atau datangkanlah kepada kami azab yang pedih ( Q.S. Al-Anfaal:32)

Dan sungguh telah datang azab yang pedih ataupun yang lebih ringan dari hal itu, yaitu kanker ganas, dimana kanker itu adalah seganas-ganasnya kanker dari berbagai kanker. Dan penyakit ini merupakan akibat dari sengatan matahari yang mengandung ultraviolet dalam waktu yang panjang disekujur pakaian yang ketat, pakaian pantai (yang biasa dipakai orang-orang kafir ketika di pantai dan berjemur di sana) yang mereka kenakan. Dan penyakit ini terkadang mengenai seluruh tubuh dan dengan kadar yang berbeda-beda. Yang muncul pertama kali adalah seperti bulatan berwarna hitam agak lebar. Dan terkadang berupa bulatan kecil saja, kebanyakan di daerah kaki atau betis, dan terkadang di daerah sekitar mata; kemudian menyebar ke seluruh bagian tubuh disertai pertumbuhan di daerah-daerah yang biasa terlihat, pertautan limpa (daerah di atas paha), dan menyerang darah, dan menetap di hati serta merusak-nya.

Terkadang juga menetap di sekujur tubuh, diantaranya: tulang, dan bagian dalam dada dan perut karena adanya dua ginjal, sampai menyebabkan air kencing berwarna hitam karena rusaknya ginjal akibat serangan penyakit kanker ganas ini. Dan terkadang juga menyerang janin di dalam rahim ibu yang sedang mengandung. Orang yang menderita kanker ganas ini tidak akan hidup lama, sebagaimana obat luka sebagai kesempatan untuk sembuh untuk semua jenis kanker (selain kanker ganas ini), dimana obat-obatan ini belum bisa mengobati kanker ganas ini.

Dari sini, kita mengetahui hikmah yang agung anatomi tubuh manusia di dalam pers-pektif Islam tentang perempuan-perempuan yang melanggar batas-batas syari'at. yaitu bahwa model pakaian perempuan yang benar adalah yang menutupi seluruh tubuhnya, tidak ketat, tidak transparan, kecuali wajah dan telapak tangan. Dan sungguh semakin jelaslah bahwa pakaian yang sederhana dan sopan adalah upaya preventif yang paling bagus agar tidak terkena "adzab dunia" seperti penyakit tersebut di atas, apalagi adzab akhirat yang jauh lebih dahsyat dan pedih. Kemudian, apakah setelah adanya kesaksian dari ilmu pengetahuan kontemporer ini -padahal sudah ada penegasan hukum syari'at yang bijak sejak 14 abad silam- kita akan tetap tidak berpakaian yang baik (jilbab), bahkan malah tetap bertabarruj???

(Sumber: Al-I'jaaz Al-Ilmiy fii Al-Islam wa Al-Sunnah Al-Nabawiyah, Oleh :Muhammad Kamil Abd Al-Shomad)

Rabu, 31 Oktober 2012

Kisah Inspiratif -TUkang Bakso-


 


Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai.. Hujan rintik-rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.
Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor….. terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak-anak, siapa yang mau bakso?
“Mauuuuuuuuu..”, secara serempak dan kompak anak-anak asuhku menjawab.
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya.
Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.
“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang-uang itu pisahkan? Barangkali ada tujuan?”
“Iya pak, memang sengaja saya memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak saya, mana yang menjadi hak orang lain / amal ibadah, dan mana yang menjadi hak cita-cita penyempurnaan iman seorang muslim”.
“Maksudnya…?”, saya melanjutkan bertanya.
“Iya Pak, kan agama dan islam menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Sengaja saya membagi 3 tempat, dengan pembagian sebagai berikut :
1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari-hari untuk keluarga.
2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq /sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso saya selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.
3. Uang yang masuk ke kencleng, karena saya ingin menyempurnakan agama yang saya pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar, Maka kami sepakat dengan istri bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini kami harus menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji.. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi saya dan istri akan melaksanakan ibadah haji.
Hatiku sangat… sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.
Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang mampu…? termasuk memiliki kemampuan dalam biaya…?
Ia menjawab, “Itulah sebabnya Pak, justru kami malu kepada Tuhan kalau bicara soal Rezeki karena kami sudah diberi Rizky. Semua orang pasti mampu kok kalau memang niat..?
Menurur saya definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri ebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita kok.
“Masya Allah… sebuah jawaban dari seorang tukang bakso”.
Sahabat…..
Cerita perjalanan spiritual ini sangat sederhana dan jadi inspirasi. Semoga memberi hikmah terbaik bagi kehidupan kita. Amien……..
Dalam hadits Qudsi,
“Sesungguhnya Allah berfirman: Aku akan mengikuti prasangka hamba-Ku dan Aku akan senantiasa menyertainya apabila berdoa kepada-Ku” (HR. Bukhari Muslim)

Rabu, 10 Oktober 2012

Waktu...aku berhembus!




Bisakah ku berhentikan engkau wahai waktu?
sejenak saja!
ku mohon...!!!
sekedar tuk hembuskan nafas tanpa resah
sekedar mengucapkan salam pada masa depan yang begitu risau kunantikan...

bisakah kau bertoleransi padaku, wahai waktu!

aku lelah denganmu! sangat lelah...

impianku tuk terus beriringan denganmu amatlah sulit ku gapai!

aku lelah mengejarmu yang begitu cepat meningalkanku, meningalkan aku yang masih terpaku dan hampir jatuh pilu

waktu... mengapa kau begitu cepat datang dikehidupanku?? mengapa?

mengapa pula kau begitu cepat berlalu seperti hembusan angin yang sampai tak mampu tuk ku rasakan keberadaannya.

waktu mengapa aku tak pernah bisa mendahuluimu dengan awal hembusan tenang yang seakan pula membuatku sadar bahwa aku masih bisa sekedar 'menungumu' 

waktu...
biarlah kuikuti engkau meski dalam nafas lelah!

Biarlah ku jejaki engku meski nadi ini  pilu

biarlah kau dahului aku meski jalanku tak sebanding lurus dengan engkau !!!

waktu... meski terpedaya aku akanmu, aku mengerti takkan baik aku  mendahuluimu...
 biarlah ini menjadi pendaman dingin inginku akan kebijakkanmu..

maafkan aku yang tak mampu gunakanmu tuk kebaikan diri
yang masih tak mampu leraikan diri saat terpaku pada kejaranmu..

hembusan nafas detik ini ku persembahkan untumu... Waktu!

Minggu, 09 September 2012

Berita Indonesia




kuteringat  berita yang telah menua
berita gemuruh akan bebasnya hampar negara
dari derita penjara tentara jepang belanda

Terlahirnya Pusaka Indonesia...

Menghangatkan dinginnya seluruh asa jiwa yang tlah tiada
Mereka yang dengan gigih pertahankan indonesia...

Indonesia...
Terbingkai berjuta duka dibalik dadamu..
Saat dulu..
Kau begitu menjaya..
Bersatu padu membela semua yang terpelihara
Mengabdikan jujur akan negara
Terpatri patriot indonesia nan gagah perkasa
meski gugur namun tentulah sejarah ada

Indonesia
Saat ini..
Tak ada lagi percaya penguasa
Tak ada lagi keadaan  menjaya
Saat terkuburnya jujur
yang membuat penguasa hadirkan dera derita
compang-campingkan hak rakyat
Tak kembali lagi perasa yang menguasa dengan jaya
Seperti kala indonesia sedia kala

Indonesia..
keabadian negeri yang sungguh terpuja
namun mengapa kini  nelangsa yang ada

Indonesia
Berbicaralah dengan adanya
bahwa tak seorangpun berhak pupuskan jayamu

Indonesia..
Jahitlah kembali derita haru
menjadi bahagia menggebu-gebu
Bepadu dalam bhineka yang satu

Kelak anak cucu kan mengaku
indonesia lah tempat sejahtera terkukuh

Indonesia
Pusaka jiwa, dalam kalbu dada
Tak terganti tetap terbela
sampai hayat menjelang tiada...

Indoneisa....






Awan dan kawan kawan



Awan...
sepenggal kapas putih di dirimu buat semua ingin sepertimu
awan...
Keputihan dirimu itu indah, tak semua ciptaanNya memiliki itu
Kau berada dilangit, menaungi bumi dan seluruh isinya..
Kau bendung semua uap air dan menjadikan nya tetesan tetesan berharga bagi kehidupan bumi
awan...
terkadang kau menyerupai benda bumi yang indah.. buat bumi berdecak kagum
Kau pun selalu berarak tak lelah menuruti cuaca bumi
Kau pula yang berada diantara adanya warna indah pelangi Tuhan..
Kau miliki kesucian yang tak semua makhluk memilikinya
Awan... 
Aku ingin bermiliki hati seputih engkau..
Akupun ingin bisa membendung tetesan air itu sepertimu, sebelum aku mampu mengeluarkan nya agar berharga dikehidupan ku.. agar tetesan itu tak sia-sia ku keluarkan
Awan... 
Aku ingin bisa sepeertimu.. mampu menaungi setiap ciptaanNya di bumi ini
Aku ingin bisa memberikan keteduhan pada setiap derita yang panas, meskipun tak seluruhnya...
Karena disampingmu memang terbentang sang surya yang menyilaukan mata kehidupan bumi
Awan... 
Aku melihat  matahari yang membentang diantaramu, ia adalah pusaka bumi yang paling berharga selain mu, ia pula yang memberi keterangan dan cahaya kehidupan dibumi.. namun terkadang ia terik dan memanaskan bumi lebih-lebih, Aku tak mau menjadi keterikkan nya..Sebab aku tak ingin membuat kehidupan bumi terasa panas karena diriku, namun aku pun ingin bisa memberi cahaya bagi kehidupan bumi seperti sang surya itu

Biarlah saat ini aku mencoba menjadi engkau yang teduh, yang masih mampu menutupi sedikit keterikan surya bumi.. 
Setidaknya aku ingin menaungi para hati yang sendu dibumi ini....
Memberikan jua penerangan ditengan kegelapan arah mereka, seperti yang dilakukan matahari

Aku ingin belajar menjadi apa yang ada dilangit dan dibumi... Semoga dengan ini aku bisa jua menunjukkan keterkagumanku pada Tuhan.. Karena Ia lah yang telah membuat mu, matahari. bumi langit serta diriku di dunia ini.... 

Awan... 
Matahari...
Bumi dan Langit... 

Terimakasih tlah menmbantuku memaknai ciptaanNya yang menjadi anugerah bagi kehidupanku....

{Ahad, 09 september 2012. 20.22 wib}

Sabtu, 08 September 2012

Malam minggu?

Malam Minggu? ada yang spesialkah?

Kenapa malam minggu itu harus dispesialkan sih?
ada apa?
jika memang kita berpikir bahwa malam minggu adalah waktu yang tepat untuk beristirahat stelah seminggu ini beraktifitas, mungkin itu memang benar, tapi jika kita beranggapan bahwa malam minggu itu adalah waktunya bermalas-malasan, waktunya menggalau ria, waktunya berbuat yang ngga ngga, so buat apa?! membuang buang waktu dengan hal  yang sia-sia apa ada untungnya? apa ada manfaatnya?

Sobat... coba deh mulai sama sama bepikir gimana caranya untuk tak terlalu berlebih-lebihan dalam menghadapi suatu hal, yaa salah satunya malam minggu ini. Samakan saja malam minggu ini dengan malam-malam lainnya. sebab Allah juga memuliakan semua hari. Tak ada ciptaan Allah yang buruk dan sia-sia kawan...

cobalah mulai memaknai dengan baik arti dari malam minggu ini. Mungkin jika kita gunakan untuk bermuhasah diri, untuk lebih dekat dengan Allah di malam luang ini akan lebih bermanfaat dan tentunya menyejukkan hati.

Sikapilah malam minggu ini dengan sewajarnya..

Mungkin memang terkadang dimalam minggu, kita sering mendapati mereka dengan begitu bahagianya merajut kata kata cinta bersama pasangannya, lalu kita iri dan merasa ingin melakukan itu pula, namun kita tak bisa karena beberapa hal dan akhirnyaaaa timbullah Galau.
sobat galau itu memang wajar dan tak perlu dipersalahkan, namun yang harus kita renungkan dan perbaiki adalah cara kita menyikapi kegalauan itu...

yuk sama sama berubah... sama sama perbaiki dan maknai setiap hal itu dengan sebaik baiknya...
mengisi waktu luang kita dengan hal yang bermanfaat dan disertai dengan selalu mengingat Allah tentunya, Insya Allah berkah

Maaf jika tulisannya terlalu frontal, hanya sekedar sharing aja kawan... :)

{malam minggu, 08 september 2012. 21.30 wib}

Jumat, 07 September 2012

Ketika Rindu Tak Menuju

Ketika Rindu tak menuju
Harus pada siapa ku beri tahu?

Ketika Rindu tak meuju
Bisakah rasanya tersendu?

Ketika Rindu tak menuju
Haruskah ku mengadu pada angin lalu?

ketika Rindu tak menuju
Bisakah aku ungkapkan pada batu?

Ketika Rindu tak menuju....

Betapa tak mampu aku menahan debaran gerutunya!

Entah pada siapa ini harus ku ungkapkan, sedang naluri tak tahu apa kabar dari rindu hari lalu.
Terpikirkah bila rindu ini bisu?
Bila ya, mengapa masih kurasa haru derunya?

Rindu yang entah tak bertuju ini buatku semakin lesu tuk beradu pada setiap tanya ragu kalbu.

Tiba dan terasai begitu saja..
menderu, mendebar begitu saja
Merajut tanya perih begitu saja...

kesal hati yang terus tergerutu.
Membuncah pecahkan gurah hati lelah!

Teruntuk siapakah?



Seorang berbalut untai kaca di balik mata itukah?



Mengapa harus padanya?
Secepat inikah ia masuk pada dinding kalbu yang masih bisu?
BISU....
sebisu saat ku tak mampu ungkapkan Rindu tak menuju tak menentu
Sampai tetes haru tak tertahan lagi..!
Menguraikan desiran air pelupuk mata hanya untuk menunggu
Menunggu kau percayai bahwa inilah Rindu saat aku tak bisa menuntut rindu baru darimu! 

{jum'at 7 september 2012 07.00 wib}

Minggu, 05 Agustus 2012

Awal Aku Menyukainya....

aku teringat ketika pertama kali aku mendengar ada sebuah lomba bertema bulan bahasa disekolahku. Menarik sepertinya bila aku ikut lomba itu.
INI lah yang menjadi awal dimana  aku mulai menyukai salah satu sastra yang dulu teramat tak aku sukai. Puisi. Yah entah mengapa ketika ada perlombaan di sekolahku yang bertemakan bulan bahasa itu, aku tiba-tiba sangat ingin mengikutinya, dan entah mengapa juga aku memilih kategori lomba Puisi. Aneh bagiku saat itu.

setelah aku mendaftarkan diri akhirnya aku dituntut untuk berlatih membuat puisi-puisi yang nantinya dapatku jadikan acuan pada perlombaan itu. Namun aku tak sedikitpun berlatih untuk perlombaan itu. aku merasa bahwa membuat puisi sudah tak asing bagiku. Itu adalah pernyataan yang bisa dibilang fitnah. kapan aku menulis puisi? membaca kata kata konotasinya pun aku malas dan enggan, apalagi membuatnya?!

Jujur sampai saat ini aku masih heran dengan keinginan yang muncul dengan teramat tiba-tiba itu. Mengapa aku bisa menyukai puisi? padahal dulu aku pernah berpikir puisi adalah karya sastra yang sulit di mengerti oleh orang-orang. kata-kata puisi itu norak dan tidak merakyat pada kalangan remaja smp sepertiku. Tapi sungguh, bagiku saat ini, pernyataan itu teramat sangat ngawur dan tak benar! aku menyalahkan pernyataan ku tadi ketika lomba itu di mulai........

Sebelum lomba bulan bahasa di mulai, seluruh peserta dikumpulkan terlebih dahulu di ruang Aula untuk penguman tema, syarat ketentuan lomba dll.Namun sebelum pergi ke ruang aula, aku meminta do'a dan semangat dari kawan-kawan di kelasku,  mereka teramat mendukungku meskipun perwakilan peserta lomba dari kelasku tak hanya aku saja.
Dengan langkah pasti namun ragu aku pergi menuju aula bersama peserta lomba dari kelas lain, aku sedikit berbincang dengan mereka dan wow persiapan mereka sangat matang. Sedang aku? sama sekali tak ada persiapan.Saking tak ada persiapannya aku sampai tak membawa alat tulis satupun. Bayangkan!
      sebenarnya  kategori yang dilombakan tak hanya puisi tetapi ada juga seni lukis. seni kriya. pembacaan puisi, dongeng, cipta cerpen, story telling, dan rampak sekar.
aku cukup terkejut sekaligus bingung ketika juri mengumumkan tema untuk lomba cipta puisi. Temanya adalah karakter bangsa yang meliputi budaya Indonesia. aku hanya bisa menghela nafas sepanjang panjangnya. Apa maksud tema itu, aku tak mengerti?!
Saat tiba di ruangan lomba, aku pun duduk bersama salah satu teman kelas sebelahku. Ia begitu lihai memainkan tinta pena itu untuk menuliskan bait demi bait puisi yang ia buat. Begitu serius dan fokus. aku melihat ke sekilingku, semuanya sedang menggoreskan tinta pena itu pada kertas tanpa ragu. Mengagumkan. aku? hanya bisa berpikir tanpa hasil, hingga akhirnya aku yakin kan diri tuk mulai menulis kata demi kata hingga bait demi bait dengan terus berdo'a dalam hati tuk harapkan ilham ilham yang kan singgah pada otakku. Terlihat mulai banyak peserta yang sudah tuntas mengerjakan karya nya alias mengumpulkan hasil karyanya kepada juri.
cepet banget, pasti pada berbakat deh. mereka pasti juaranya. hanya itu yang terus terbesit dalam benakku.
tapi secepatnya aku mulai mengoptimiskan diri lagi, mulai berusaha semampuku dan terus yakin Allah pasti menuntunku... okeh sekali lagi aku terus meyakinkan diri untuk mengumpulkan hasil karyaku yang entah bagaimana jadinya. ya setidaknya aku tlah mencoba dan berusaha~

Cukup lega telah bisa mnyelesaikan perlombaan itu meskipun aku tak yakin dengan hasilnya tapi ada rasa kepuasaan tersendiri bagiku karena ini kali pertamanya aku mengikuti lomba saat berada di smp.huhuh lumayan ini pengalaman baruku kawan!

Kupikir hasilnya akan diumumkan pada hari itu juga tapi ternyata hasilnya akan diumumkan saat upacara bendera senin nanti. Huh kalau begitu pemenangnya pasti akan diketahui oleh satu sekolah. ckck memgagumkan.

akhirnya hari yang ditunggu-tunggupun tiba. Alhamdulillah masih panjang umur. cukup lelah sebenarnya dengan rasa penasaran yang terus menyergap.
okeh inilah detik detik menegangkan bagiku. sangat tegang tentunya. Percayalah,ini kali pertamaku menanti nanti sebuah pengumuman saat upacara hari senin. sangat ku nantikan!

"Baiklah anak-anak bapak akan mengumumkan juara 1 sampai 3 dari kategori cipta puisi" Tegas Pak heryadi sang pembaca pengumuman
 Jantungku terus berdebar menanti kalimat kalimat yang akan diucapkan guru berkacama itu.

"Juara ke3 diraih oleh..... dari kelas.....silahkan ke depan, beri tepuk tangan anak anak!"
~Dagdigdug tingkat Nasional~

"juara 2 diraih oleh.... dari kelas.... beri tepuk tangan lagi!"
~Dagdigdug tingkat Internasional~

"dan inilah Juara 1 lomba cipta puisi diraih oleh Puput Aprilia Hermawati dari kelas 8f "
~DEG! Asli kaya mimpi, seketika aku langsung mengucap syukur pada Allah sambil jongkok saking lemes kaena ga percaya nya.

Alhamdulillah.... ini adah sebuah pencapaian terkesan bagiku. Dan memang terbukti keyakinan dan keopstimisan yang muncul dari hati tulus dan ikhlas, insya Allah selalu mendapat tuntunan dari Allah untuk sebuah pencapain yang teramat diharapkan.
INI lah awal yang meyaknkanku untuk mulai berkarya, menciptakan tulisan yang tak sekdar tulisan saja tetapi tulisan yang bermakna dan bermanfaat bagi yang membacanya.
Ingatlah kawan Allah tak melihat dari Hasil yang kita peroleh, tetapi Allah melihat dan memahami dari Proses usaha Terbaik yang kita Lakukan. HArus ikhlas. optimis, serta tulus dan yakin Allah pasti menuntun kita pada kemudahan... :)

Jumat, 03 Agustus 2012

Hilang-kehilangan WAKTU

Senja tlah mengelabui malamku. kupikir masih senja! ternyata mentari terlanjur menutup dirinya, dan menyuruh bulan tuk hiasi awan kelam sampai bintang ikut siratkan binar kemilaunya.
aku terkejut. seolah aku telah kehilangan sesuatu yang seharusnya kudapatkan disenja tadi! meskipun memang jarak senja menuju malam tak jauh, tapi tetap saja! aku tetap kehilangan senja...

Begitulah kehilangan... dari senja menuju malam itu butuhkan jarak.
Waktu! saat itulah waktu seperti tlah menipu diriku. walau sebenarnya waktu masih berikan kesempatan. tapi  tetap saja aku terlanjur tertipu waktu! kupikir ia akan datang saat aku telah menyiapkan semuanya, saat aku tlah dapatkan keindahan yang terlampau hilang, saat ku tlah puas dengan semua hal itu, saat ku tlah kembali lagi.
Namun Apa? Apa yang ku dapat??? waktu datang disaat aku belum menyiapkan apapun, ia datang saat aku belum dapatkan hal yang hilang. ia datang saat ku belum puas dengan hal kemarin dan disaat aku belum kembali pada penyadaran diri, dimana hausnya aku segera kembali pada titik mimpi yang masih harus ku lanjutkan.

Saat itulah.. saat dimana aku kembali tertipu indahnya waktu hingga akupun kembali KEHILANGAN WAKTU! sangat MENYAKITKAN!

Berhati-hatilah pada waktu!

 Sedetik saja kau abaikan ia maka mungkin seribu tahun dan dalam setiap menitnya kau kan teramat sangat MENYESAL!

Terurung kembali...

ketika suatu kala hati ini tak temukanmu kembali. Jiwaku terasa berbeda!
Nurani seakan menyuruhku tuk berlari memanggil hatimu!
Entah kemana perginya,
Rintangan yang menggantung buat goyang peganganku!
Seolah aku lelah berlari pada hatimu, namun kembali!
Nurani tetap menyuruhku dan mengayunkan asa hati
walau kini jiwamu masih tak urung tunjukkan ingin...
ku coba tuk tegarkan rapuhnya penanti
masih ku ingin tuk kembalikan ia pada dinding harap sempurna
ku coba tuk tak buat ruang menjadi jarak
masih ku ingin kau berada pada sudut hati tersirat
untukku! Hatiku... dan jiwa.
seolah hatiku masih tetep bertanya pada angin malam
Dimanakah air hati yang dapat padamkan rindu jiwa ini?
tapi nampaknya angin tlah berlalu sejak senja...
Terurung kembali.....

Selasa, 24 Juli 2012

Titik Mimpi

Dengan duniamu kau goreskan titik impian
mengharap apa yang terharap
memimpikan nyatanya kesungguhan
satunya mimpi menghangat menjadi lelap
aku mampu memahami arti lelah bersela
saat kan ku gapai mungkin terasa lelah
namun keyakinan dijiwa tetaplah terpatri 
aku ingin mengejarnya hingga asaku habis
aku ingin satukan titik mimpi mimpiku
kan ku nyalakan kembali lampu harapan itu
dengan sejuta kesungguhan yang kan kuberi pada engkau, dan dunia....

Bermimpilah pada titik tertinggi! bermimpilah sebanyak yang kau mau. Beritahu dunia bahwa kau mampu wujudkan itu semua. Mungkin saat mengawalinya kau masih gugup dan tak tahu dari mana kau harus memulai, namun percayalah saat kau mulai satu titik mimpi itu maka garis garis harapan akan menuntunmu tuk dapat menyatukan nya. Hapuslah rasa takut dari benakmu. Mimpi itu terlalu singkat jika terus kau bayangkan. Bangunlah! Mulai lah pada satu titik mimpimu. Percayalah Titik mimpi iu ada untukmu :))

Kamis, 19 Juli 2012

Waktu...

Selamanya kita tak akan pernah bisa mengembalikan WAKTU yang telah lampau ke masa kini.
Waktu begitu cepat berlalu namun kedatangannya pun seperti tak perlu ditunggu.
Waktu begitu MISTERIUS.
"Satu detik kita abaikan waktu maka mungkin seribu tahun kita akan menyesalinya"
Mari hargai waktu dan jangan pernah sia-sia kan detik demi detiknya yang terus berjalan :)

Rabu, 18 Juli 2012

Perasaan yang Kembali

kau bawa kembali rasa yang terlupa
Entah mengapa semuanya terasa terulang
Aku sempat melupakan itu
Tak lagi gugup dan memikirkanmu
Tapi kini? Rasa itu hadir kembali 
Aku kembali gugup saat didekatmu
tak bergeming saat kau utarakan kata
entahlah ini semua datang tiba tiba
dan mungkin ini awal rasa yang kembali
Ya Allah...
mengapa kau hadirkan kembari rasa yang terlupa?
meskipun memang belum terlupa seluruhnya
tapi haruskah datang kembali?
Aku tahu ini semua terjadi atas izinMu
Aku hanya berharap bahwa ini adalah rencana terindahMu
Barkanlah perasaan ini ku nikmati dan ku syukuri
Semoga perasaan ini membawaku lebih dekat padaMu
dan membuatku yakin akan indahnya semua rencanaMU :)