Originally Puput~

Selasa, 01 Januari 2013

Detikkan Pengabai-an Mu!

Kau tak menghiasai hariku diawal tahun ini dengan pesan-pesan singkatmu. 
Aku hancur sesungguhnya!

kau tak mengindahkan rinduku. Malah mungkin jauh mengabaikannya

Kau tak menjejaki sedikitpun hal kemarin

saat kau begitu ingini tapakkan tapakkan hatiku agar melangkah melaluimu.

Kau tak sadari betapa berat awal tapakkanku sebabsakitnya masa lalu

Namun saat ku tlah coba menaungi beratnya; aku sadar aku terlalu jauh menapakkinya.

Hingga langkahku habis ditelan oleh abai-an mu.
Seketika akui sadar meski tak menyadari 

Ku coba diami semuanya. Tak mengharap ppesan tersingkatmu itu.

Tak ku tebak. Nyatanya kau meremehkan beratnya tapakkan hatiku untuk melangkah.
Kau anggap semuanya begitu mudah bagimu!

Kau tahu? Aku bersusah melupakan masa lalu yang dihias penuh hitam-gelapnya luka yang kau beri pada hati
Aku lupakan 'tuk ringani tapakkan agar aku bisa menvoba melangkah menuju mu

Sampai batas batas dimana ketidak-pastian menjerat aku yang telah terjebak!

Aku tahu tak ada hal yang mendekap seluruh makna kata; Selalu
aku yakin kau berpindah lebih dari yang ku kira, dulu!

Pergi mengendam perih murni 






Tak harapku bisa kau sadari

Pengacuhanmu buatku habis dalam detik genggaman mu! 

Minggu, 30 Desember 2012

Kiasan

Melagukan dekap-dekapnya dikala sunyi
dibatas air mimpi dan api kenyataan
menepis jentikkan jemari hatinya

Ada dugaan sebentuk serpihan
memang menyerpih

berbias meliput haruan 
seberkas noda menyapa

ohh... dekap menjebak
Haruskah ku sadari?

lirih menggeming dibalutan sepi
Sendiri menahan gelombang duka
sdar tadi ku menyemai kepingannya
ku pikir tak akan kering
tak akan luka!


aku tak menyadari bahwa ini adalah hal yang tak seharusnya ku ikuti. entah kapan hatiku bicara, sampai aku tak mendengarnya. Tak sadari bahwa ini hanya kiasan keadaan yang seharusnya tak menjadi perasaan!