Tak terpikir sebelumnya akan rasai hal ini lagi.
Entah keegoisan Entah ketakutan atau bahkan kesakitan!
Mata ini tak urung hadirkan banyak tetesan ketika ketahui hal itu. Tak habis pikir mengapa harus dengan dia ia memilih senyum!
Aku hanya berangkat dari ketegaran tanpa sadar bahwa semakin kurasai semakin ku tenggelam.
Ada yang harus ku pilih dan ku buktikan!
Dirinya harus tahu bahwa ketakutan ini adalah sejumput kasih yang terus mengembang dan tak akan meredam-
Aku berjalan bersama ketulusan meski keraguan selalu ada ditepian yang terkadang menghadang. Kerelaan akan kasih tulus yang terbagi.
Ketika dulu hanya untukku satu, hanya khususku, hanya denganku hanya milikku. Hingga sorot mata ini terbelalak ketika hadapi kejujuran yang terpaksa. Lewat permainan yang terikuti. Aku tahu!
Meski tak hinggap keyakinan yang penuh, namun jalur langkah menunjukkan padaku kebenarannya. Semua keterbagian rasa akan diriku dan sosok yang lain. Awalnya memang, Aku tak Percaya!
Sesosok lain itu kini telah mampu hadirkan banyak rasa untuk dirinya. Memberi banyak lukisan tawa dibibirnya. Memberi segenap kenyaman dalam benaknya. Yang dia anggap itu berbeda dengan diriku!
Masih kutanyai semuanya. Mengapa dirinya tak menyorot pada mata jalanan yang begitu dekat denganku. Mengapa berbeda?
Sedang dia begitu merasai semua perasaannya, tetpi saat aku pun ingin. Dia tak berikan. Dirinya seolah ingin berbalik terpaksa karena rasa yang aahhh.... ku pikir itu ego!
Dibalik dinding ketegaran ini, banyak kerapuhan yang lapuk. Terhinggapi banyaknya takut yang seolah tak ingin ia terenggut oleh rasa yang tak luput!
Namun aku sandarkan keberjuanganku disamping senyummu! Tak ingin aku memisahkan dua senyum didalam bahagia yang berbalik luka itu! I Will, Honey !!!!
Adakah selipan salah akan hamparan takut ini?
Adakah yang hanya miliki satu jawaban benar dari semua keraguan ini?
Aku inginkan kau tak jauhi aku dengan kebebasan. Saat diriupun tak bisa jaga tak terhingganya kebebasan hati yang ku berikan untukmu.
Cemburu dan haru tak sampai harus tertutup debu dalam beningnya kaca! Jujurlah!
Aku akui terlalu besarnya harapku agar kau tahu bahwa disini! Dihati dan dihampir setiap ruangnya telah terpenuhi oleh bingkai dirmu.
Mungkin diruang hatimu yang sampai saat ini tak begitu jelas ku ketahui apa saja yang mengisinya, ada secelah ruang untukku yang hanya secelahnya itupun ku tak mampu mengisinya dengan penuh. Aku tak bermaksud mengabaikannya!
Jika kau percaya dengan sebongkah batu kecil yang mampu bersinar didalam air. Mungkin bisa kau anggap Itulah keadaan dan kehadiranku.
Kau pikir, aku akan diam begitu saja ketika sadari suatu hari nanti kau akan pergi? menjuntai dibawah naungan kepedihan tanpa sepenggal kepastian. Sungguh aku tak mau!
Kelak akan ku pacu kuda-kuda hatiku untu berlari meleraimu. Akan ku kepakkan sayap-sayapku yang telah banyak sayatan nya ini untuk menggapimu. sadarkah engkau betapa aku tak ingin kau berlabuh pada dermaga hati lain.
Tetaplah berpijak didermaga hatiku ini, meski telah jauh dari banyak kenyamanan dari dermaga lainnya. ku mohon tetaplah tinggal! Temani aku menjejaki setiap labuhan-labuhan kehidupan bersamamu. Menghadang berjuta ombak meski aku yang harus terombang ambing! Menetaplah pada hatiku!