Originally Puput~

Rabu, 26 Juni 2013

Karena Nyatanya

 


" Sekokoh-kokohnya gedung yang tinggi menjulang dan dibangun atas waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun, bisa hancur begitu saja hanya dengan hitungan menit atau bahkan dalam sekejap mata!"





Kadang aku berpikir bahwa setiap perjuangan yang memakan waktu begitu lama dan diiringi dengan keteguhan untuk tak berhenti, akan selalu membawakan hasil seperti aku menjalani perjuangan itu. Hal yang diharapkan- akan sesuai dengan pemikiran dan atau bahkan ambisiku saat dan sebelum aku memulai setiap perjuangan itu. 

 





  



Tapi apa nyatanya?

Terkadang orang berpikir bahwa logika akan lebih simple daripada perasaan. Dan logika akan lebih REALISTIS dibanding hanya sekedar perasaan. Apa yang sebenarnya terjadi dengan logika? Lebih tepatnya logika diriku sendiri. 


Aku sudah cukup menahan diriku dengan segala logika yang aku buat hanya karena aku ingin memandang apapun itu dengan sudut pandang yang begitu SIMPLE dan TAK RUMIT SEDIKITPUN!

Tapi apa nyatanya? Logika seakan memakan perasaan yang seharusnya tak pernah tertelan oleh apapun itu. 

Tanpa perasaan, aku tak bisa membawa firasat pada hatiku sendiri. Firasat yang setidaknya akan membuat aku lebih 'Mengetahui'. Meskipun itu hanya berupa tanda yang samar.

Hal yang banyak terjadi dihari kemarin adalah skenario Allah. Rencana yang tak pernah aku tahun akan menjadi hal apa nantinya.Tapi satu yang pasti bahwa itu pasti baik dan yang terbaik untukku. Memang tak mudah untuk menahan bermacam asa hati. Seperti kecewa yang perih. Itu memang manusiawi, semua orang bisa punyai rasa itu. Namun tak semua orang bisa menahannya. Membuatnya menjadi perasaan yang baik. Tapi bukan menahannya untuk tak lekas pergi dan hilang dari hati.

Karena nyatanya: 
"Apa yang menurut kita Baik, belum tentu Baik dimata Allah. Dan apa yang menurut kita Buruk, belum tentu Buruk dimata Allah. Allah mengetahui sedang kita tak mengetahui"


Karena nyatanya;

"Kenyataan itu adalah hal yang harus selalu kita terima. Ini bukan lagi tentang apa yang masih diharapkan, namun tentang apa yang harus selalu kita terima."

"Baik atau buruknya bagi kita, hanya Allah yang tahu. Dan ketahuilah tak akan pernah ada Perjuangan yang Sia-sia. Karena yang sia-sia itu tak berartikan Perjuangan."



disamping tiitan hikmah yang masih dinanti
dalam kenyataan akan perjuangan yang sudah nyata
berbalut sukaria atas masih bisanya hati menahan asa