Originally Puput~

Sabtu, 08 September 2012

Malam minggu?

Malam Minggu? ada yang spesialkah?

Kenapa malam minggu itu harus dispesialkan sih?
ada apa?
jika memang kita berpikir bahwa malam minggu adalah waktu yang tepat untuk beristirahat stelah seminggu ini beraktifitas, mungkin itu memang benar, tapi jika kita beranggapan bahwa malam minggu itu adalah waktunya bermalas-malasan, waktunya menggalau ria, waktunya berbuat yang ngga ngga, so buat apa?! membuang buang waktu dengan hal  yang sia-sia apa ada untungnya? apa ada manfaatnya?

Sobat... coba deh mulai sama sama bepikir gimana caranya untuk tak terlalu berlebih-lebihan dalam menghadapi suatu hal, yaa salah satunya malam minggu ini. Samakan saja malam minggu ini dengan malam-malam lainnya. sebab Allah juga memuliakan semua hari. Tak ada ciptaan Allah yang buruk dan sia-sia kawan...

cobalah mulai memaknai dengan baik arti dari malam minggu ini. Mungkin jika kita gunakan untuk bermuhasah diri, untuk lebih dekat dengan Allah di malam luang ini akan lebih bermanfaat dan tentunya menyejukkan hati.

Sikapilah malam minggu ini dengan sewajarnya..

Mungkin memang terkadang dimalam minggu, kita sering mendapati mereka dengan begitu bahagianya merajut kata kata cinta bersama pasangannya, lalu kita iri dan merasa ingin melakukan itu pula, namun kita tak bisa karena beberapa hal dan akhirnyaaaa timbullah Galau.
sobat galau itu memang wajar dan tak perlu dipersalahkan, namun yang harus kita renungkan dan perbaiki adalah cara kita menyikapi kegalauan itu...

yuk sama sama berubah... sama sama perbaiki dan maknai setiap hal itu dengan sebaik baiknya...
mengisi waktu luang kita dengan hal yang bermanfaat dan disertai dengan selalu mengingat Allah tentunya, Insya Allah berkah

Maaf jika tulisannya terlalu frontal, hanya sekedar sharing aja kawan... :)

{malam minggu, 08 september 2012. 21.30 wib}

Jumat, 07 September 2012

Ketika Rindu Tak Menuju

Ketika Rindu tak menuju
Harus pada siapa ku beri tahu?

Ketika Rindu tak meuju
Bisakah rasanya tersendu?

Ketika Rindu tak menuju
Haruskah ku mengadu pada angin lalu?

ketika Rindu tak menuju
Bisakah aku ungkapkan pada batu?

Ketika Rindu tak menuju....

Betapa tak mampu aku menahan debaran gerutunya!

Entah pada siapa ini harus ku ungkapkan, sedang naluri tak tahu apa kabar dari rindu hari lalu.
Terpikirkah bila rindu ini bisu?
Bila ya, mengapa masih kurasa haru derunya?

Rindu yang entah tak bertuju ini buatku semakin lesu tuk beradu pada setiap tanya ragu kalbu.

Tiba dan terasai begitu saja..
menderu, mendebar begitu saja
Merajut tanya perih begitu saja...

kesal hati yang terus tergerutu.
Membuncah pecahkan gurah hati lelah!

Teruntuk siapakah?



Seorang berbalut untai kaca di balik mata itukah?



Mengapa harus padanya?
Secepat inikah ia masuk pada dinding kalbu yang masih bisu?
BISU....
sebisu saat ku tak mampu ungkapkan Rindu tak menuju tak menentu
Sampai tetes haru tak tertahan lagi..!
Menguraikan desiran air pelupuk mata hanya untuk menunggu
Menunggu kau percayai bahwa inilah Rindu saat aku tak bisa menuntut rindu baru darimu! 

{jum'at 7 september 2012 07.00 wib}