Originally Puput~

Minggu, 30 Agustus 2015

Begini kah?

Tahukah kau,
Menahan rasa sakit itu
Jauh lebih menyakitkan dari rasa sakit itu sendiri
Sungguh menahan gemuruh ledakan hati itu butuh istighfar yang kuat

Sakitnya nyata.
Bayangkan saja
Kau sedang dalam keadaan menikmati waktu sendirimu
Lalu
Tetiba kau merasakan ada sesuatu yang tak mengenakan
Ku buka media sosial itu dengan rasa yang tak karuan
dan
Benar saja
Aku dapati hal yang begitu menggusarkan seluruhku

Mereka. Mengadakan pertemuan tanpa ada satu pun yang memberi kabar.
Padahal aku ada
Jujur saja
Aku sangat ingin ada disitu
Sungguh aku sangat, sejak lama
telah mendambakan pertemuan itu

Tolonglah jelaskan padaku secepatnya apa yang sebenarnya kalian sembunyikan

Bila memang kalian tak izinkan aku tahu. Mengapa harus ada foto itu? Biar apa? :')

Sungguh aku lebih merasa terbuang bila sampai seterusnya kalian begini..
Sudahilah..
Mungkin memang aku tak pernah di harapkan ada!

Selasa, 18 Agustus 2015

Sabtu, 30 Mei 2015

Tertulis Sekian

Ada waktu ketika aku benar-benar memikirkanmu
Terpikirkan akan hal tentangmu, banyak.
Ingin sekali mengulang apa yang pernah kita lalui dengan baik-baik saja.
Mengulang hal yang memang saat aku mengingatnya akupun mengingat-Nya
Kau mungkin tersamarkan dengan sikapku akhir-akhir ini kepadamu
Sungguh.. berat untuk terus bersama dalam waktu dan hari-hari
Sebab aku tahu akhirnya.
Akhirnya kau dan aku akan berjarak
Jauh dari jarak yang terbayangkan
Entahlah.. aku rasai bahwa jarak ini mungkin adalah hukuman karena terlalu dekatnya aku dan dirimu
Kau... sosok satu disana
Aku tak tahu apa yang lebih teraksakn saat ini
Tapi.. membaiklah dengan dirimu sendiri tanpa aku
Satu hal yang perlu kau tahu meski mungkin sulit untuk kau tahu
Tapi disini..
Rasaku padamu sangatlah meluap-luap..
Meski seringnya padam karena ambisiku
Aku yang selalu ingin engkau selalu lebih segalanya dari padaku
justru aku tak mau kau berada dibawahku
Lampauilah aku dari sekarang
Sebab itulah hal yang akan membuat segala keraguan ini terkikis

kau memang yang tersulit untukku
Dan aku sering takuut akan kelemahanmu, sejujurnya itulah alasan
dimana aku tak ingin memberikan hatiku seluruhnya untuk terbuka padamu
Untuk membuka lagi hatiku.