Ketika Rindu tak menuju
Harus pada siapa ku beri tahu?
Ketika Rindu tak meuju
Bisakah rasanya tersendu?
Ketika Rindu tak menuju
Haruskah ku mengadu pada angin lalu?
ketika Rindu tak menuju
Bisakah aku ungkapkan pada batu?
Ketika Rindu tak menuju....
Betapa tak mampu aku menahan debaran gerutunya!
Entah pada siapa ini harus ku ungkapkan, sedang naluri tak tahu apa kabar dari rindu hari lalu.
Terpikirkah bila rindu ini bisu?
Bila ya, mengapa masih kurasa haru derunya?
Rindu yang entah tak bertuju ini buatku semakin lesu tuk beradu pada setiap tanya ragu kalbu.
Tiba dan terasai begitu saja..
menderu, mendebar begitu saja
Merajut tanya perih begitu saja...
kesal hati yang terus tergerutu.
Membuncah pecahkan gurah hati lelah!
Teruntuk siapakah?
Seorang berbalut untai kaca di balik mata itukah?
Mengapa harus padanya?
Secepat inikah ia masuk pada dinding kalbu yang masih bisu?
BISU....
sebisu saat ku tak mampu ungkapkan Rindu tak menuju tak menentu
Sampai tetes haru tak tertahan lagi..!
Menguraikan desiran air pelupuk mata hanya untuk menunggu
Menunggu kau percayai bahwa inilah Rindu saat aku tak bisa menuntut rindu baru darimu!
{jum'at 7 september 2012 07.00 wib}
Tidak ada komentar:
Posting Komentar