Originally Puput~

Senin, 17 Desember 2012

Cemburu-

Cemburu ini Luka. Luka ini nyata adanya!
Ia menguak dikedalaman hati, merambat hingga ujung asaku
Wajahhku seolah ia buat nyata akan segala keberadaannya
Aku tahan... Tak mampu! Sebab Ia terlalu jelas menampakkannya dihadapanku
Semua hal itu... Nyatanya buatku merasai adanya cemburu ini! 

Pernah kah kau merasai satu rasa yang menerjang hatimu dengan kuat, membuatmu kecewa dan marah? Ku yakin Kau pernah rasai itu!
Cemburu tak akan pernah ada bila kau tak menyukai atau menyayangi suatu hal.Cemburu Tak hanya dalam hal Cinta-Kasih, bukan? Memaknai cemburu memang terkadang rumit. Merasainya memang membuat hati sakit. Namun tak bisa dipungkiri. Cemburu itu adalah makna dari luapan sayang dan rasa menyayangi. Kau pernah rasai bukan? Saat dimana cemburu itu begitu menerkam hati,begitu membakar kalbu begitu miris terasa, begitu dan begitu sakit adanya! hanya satu alasan nya. Sebab kau tak ingin dia berpaling pada sosok lain. Saat kau hanya ingin dia untukmu. Saat kau tak rela dia berikan hal terindah itu pada yang lain, bukan dirimu!? Miris-

Cemburu itu hadir-mungkin disaat seseorang yang kita sayangi bersama dengan yang lain
Cemburu itu hadir-mungkin disaat ia lebih memeperhatikan yang lain
Cemburu itu hadir-mungkin dikala senyuman termanisnya tak teruntuk diri ini, namun teruntuk yang lain
Cemburu ini hadir-mungkin ketika tatapan terhangatnya tak melihat kita yang jelas dihadapannya, melainkan mnerawang pada sosok lain yang entah dimana... 

Saat cemburu itu datang dan hadir dilubuk hati mu, benar adanya kan bahwa kau ingin dia tahu.. ingin dia merasai bahwa kau cemburu!

Tahukah kau Aku cemburu!
Aku cemburu saat dia mendekatimu
Saat dia memandangmu lekat
Saat kau dan ia hadir dicabang canda yang indah dengan gelak tawa yang mengapa tak untukku saja?
Terlebih saat.... Aaaargh disaat yang paling membuat Aku cemburu!
Ingin aku berteriak pada alunan angin, Namun... ia berlalu
Ingin ku nyatakan rasa sakit ini pada awan hitam namun ia terlanjur menangis
Harus kah ku menyatakannya padamu? 
Ah.. aku tak sanggup!
Hanya kepalan demi kepalan yang ku lakukan saat itu.. menahan lara yang bergejolak ria, tanpamu tahu!



Kutulis ini sekedar untuk berbagi, mungkin mewakili perasaanmu juga. Namun tak lebih. Yang kutulis tak selalu diriku, bisa kau, bisa mereka atau bahkan dirinya :)



Padalarang, bersama kenangan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar