
Aku tak lagi melihat macam-macam rautan disorot tajamnya.
Dulu semua itu sempat membekas dengan penuh kegembiraan. Asa hati yang tak mampu tutupi rona merah bahagia. Meski kau dan aku berusaha untuk pura-pura tak melihat....
Ah andai apa yang kukatakan saat ini masih bisa terasakan.
Sempat, kau uraikan kata-kata manis nan elok pada siang cerah itu. Betapa membuat aku seperti melayang, menari indah dengan alunan rasamu...
kini, bukan maksudku untuk berharap dapat merasakannya lagi. Sebab aku terlalu menyadari keadaan yang berbeda dihari ini. Tetapi kau harus tahu bahwa akumenceritakannya dengan ketulusan hanya cerita. Bukan sandaran luapan rindu akan hal-hal manis itu, tak sepenuhnya seperti itu. Tenanglah... aku tak akan menyia-nyiakan apapun dari kiasanmu, atau berpendapat tak layak terdengar yang menyangkutmu.
Saat dimana aku begitu ingin
tersenyum untukmu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar