Selalu ada keadaan yang membuat aku tetiba terenyuh.
Bukan, bukan ini yang aku inginkan.
Aku tak mau lagi terjebak asa ataupun logika yang hanya mampu membuat luka dulu singgah lagi!
Jikalah mengerti, tak banyak yang dapat ku jabarkan, jika kau mengulas sunggingan senyum itu kembali.
Tak bisa ku maknai dengan jujur arti sebenarnya delikkan tajammu itu.
Sudah! Seharusnya tak ada lagi yang harus aku ingat apalagi itu semua hanya membuat aku memanjakan kembali rasaku yang hampir meluruh ini.
Semua sudut. Setiap sudut. Mengapa selalu dan masih menggambarkan bayangmu?
menyajikan kiasan kisah dulu?
Apa ini hanya suguhan membenam?
Stelah aku menerimanya, aku dibawa lelap hingga tenggelam lagi? iya kah?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar